Artikel

Tata Kota & Wanita

28 October 2025
~5 mnt baca
Tata Kota & Wanita
Perempuan kerap menghadapi tantangan ekstra dalam menjalani kehidupan di kota.

Mulai dari rasa tidak aman saat berjalan di malam hari, transportasi umum yang belum ramah, hingga minimnya fasilitas publik yang mendukung peran ganda perempuan sebagai pekerja sekaligus pengurus rumah tangga.  Sepanjang tahun 2023, tercatat sebanyak 289.111 kasus kekerasan terhadap perempuan, sebuah angka yang mencerminkan urgensi persoalan ini.

Kota seharusnya dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan seluruh warganya, termasuk perempuan. Sayangnya, perencanaan kota hingga kini masih terlalu berfokus pada aspek teknis dan fisik serta kurang memperhatikan dimensi sosial dan realitas keseharian masyarakat, khususnya perempuan.

Kota Peka Gender

Kota ramah gender tidak hanya responsif terhadap kebutuhan perempuan dalam segala aktivitasnya, tetapi juga membuka ruang keterlibatan perempuan seluasnya dalam menentukan bagaimana kota direncanakan, dirancang, dibangun, dan dikelola.

Agar dapat berkontribusi maksimal dalam pencapaian kota yang peka akan gender, kota perlu memiliki setidaknya tiga karakteristik berikut: 

Kota Sakai di Jepang, contohnya. Mereka memasang CCTV di banyak titik dalam kota, meningkatkan penerangan jalan, serta melatih pencegahan kekerasan terhadap perempuan di ruang publik.

Kota-kota di Indonesia juga sudah melakukan beberapa upaya untuk menciptakan kota ramah gender. Seperti, aplikasi SafetiPin yang pernah dilakukan di Jakarta tahun 2014, lalu penyediaan fasilitas penitipan anak di kantor pemerintahan, swasta, dan ruang publik, serta sekolah perempuan yang ditujukan untuk mengembangkan kesadaran kritis dan kepemimpinan kaum perempuan.

Dalam perwujudannya, kota ramah gender masih diiringi keterbatasan akibat kurangnya wawasan maupun kesempatan yang sama bagi perempuan untuk turut andil dalam pembangunan kota. Diperlukan strategi pemberdayaan perempuan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, didukung dengan kebijakan strategis dan anggaran responsif gender yang memadai dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten kota.

#RuangWaktu #Artikel
Bagikan:

Dipublikasikan Oleh

Tim Redaksi RuangWaktu

Mengkurasi dan menyajikan wawasan mendalam seputar dinamika pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Berdedikasi untuk ruang publik yang lebih baik.


Eksplorasi Lainnya

Nilai Urbanisasi Berkelanjutan dan Masa Depan SDGs
Artikel
13 May 2026

Nilai Urbanisasi Berkelanjutan dan Masa Depan SDGs

Baca
Urgensi RUU Perkotaan
Artikel
13 May 2026

Urgensi RUU Perkotaan

Baca
Tata Kota dan Krisis BBM
Artikel
13 May 2026

Tata Kota dan Krisis BBM

Baca
Lihat Semua Artikel